40 KK Korban Longsor Desa Banaran-Ponorogo Mendapat Rumah Baru

Petrus - 7 March 2018
Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, meresmikan hunian tetap warga korban longsor (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan TNI dan masyarakat, membangun hunian sementara untuk para korban bencana yang rumahnya terkena longsoran. Mereka merupakan korban bencana alam tanah longsor yang menimpa Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo pada 1 April 2017 lalu, yang mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, serta 23 unit rumah tertimbun material longsor.

Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah selesai membangun 40 unit rumah tipe 48, untuk setiap korban bencana longsor. Rumah siap huni yang memiliki dua kamat tidur ini, dibangun dengan angaran Rp. 72 juta per unit rumah.

“Hunian tetap yang telah selesai dikerjakan dengan dana dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 36 unit, dan dana dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebanyak 4 unit,” kata Soedjarno, usai penyerahan kunci pada salah satu warga korban longsor, Rabu (7/3/2018).

Soedjarno menuturkan, pembangunan hunian tetap ini sesuai dengan kebutuhan warga yang menginginkan relokasi hunian, sesuai dengan tanah milik pribadi. Sehingga pembangunan rumah tidak hanya ada di Desa Banaran, melainkan juga 5 rumah yang ada di Desa Singgahan, 2 rumah di Desa Bekiring, dan 33 rumah di Desa Banaran.

“Sehingga tidak ada masalah kepemilikan lahan, karena memang rumah dibangun diatas lahan pribadi masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banaran, Sarnu menjelaskan, ada 3 KK dengan 6 jiwa yang rumahnya terdampak longsor, tetapi belum mendapatkan hunian tetap. Hal ini dikarenakan baru 2 bulan ini terdampak, atau rumah yang sebelumnya tidak terkena longsor sekarang mengalami retakan di tembok rumahnya akibat tanah gerak saat curah hujan tinggi.

“Untuk saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah, akan tetapi pihak desa sudah mengajukan relokasi, sehingga untuk saat ini warga ini menempati hunian sementara yang dibangun untuk korban longsor terdahulu,” jelasnya.

Sarnu berharap segera ada kejelasan tentang 3 KK ini, karena hunian sementara yang tanahnya disewa dari warga ini akan dirobohkan pada 1 April mendatang.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.