Siswa SMA Ciptakan Inovasi Alat Pertanian, Petani Semakin Mudah Memberi Pupuk

Petrus - 12 December 2017
Inovasi alat penebar pupuk tanaman padi dan jagung karya siswa SMA di Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Tiga siswa SMPN 1 Jetis, Azizah Bintang Tawangsari, Candrika Felix Hardiansah, dan Yusril Wahid Sayfulloh, berhasil membuat inovasi alat di bidang pertanian. Inovasi itu berupa alat pemberi pupuk padi efisien dan hemat tenaga, yang menggunakan tenaga baterai. Dengan alat ini, petani tidak perlu bersusah payah menakar jumlah pupuk yang akan diberikan ke tanaman padinya.

Azizah menerangkan, alat inovasi buatannya ini mampu mendeteksi kebutuhan pupuk tiap tanaman, sesuai umur tanaman tersebut. Dipakainya alat ini meminimalisir kelebihan atau kekurangan pupuk yang dikhawatirkan para petani.

“Biasanya kan memupuk itu menggunakan timba, terus pupuknya disebar. Kalau pakai alat ini, pemupukan bisa dilakukan dengan efisien dan hemat tenaga,” tutur Azizah, Selasa (12/12/2017).

Menurutnya, selain menghemat energi, alat ini juga bisa menghemat penggunaan pupuk karena sudah ada takaran pupuk yang akan disebar pada setiap tanaman. Alat yang diberi nama ‘Alat Pemberi Pupuk Tanaman Padi Efisien dan Hemat Tenaga’ ini juga telah berhasil menyabet Juara Kedua, pada Lomba Inovasi Teknologi Award 2017 Kabupaten Ponorogo bidang Agribisnis, yang digelar Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

“Alat ini khusus digunakan untuk pupuk granul atau butiran,” ujarnya.

Bahan yang digunakan untuk membuat alat ini antara lain pipa PVC, kayu, mika akrilik sebagai tempat IC, baterai Lipo 5V, LCD dan motor servo. Semua bahan bisa ditemukan di Ponorogo, kecuali motor servo yang harus beli dari Surabaya. Alat ini dilengkapi dengan box kayu yang dilapisi mika akrilik bagian dalam, serta tampilan LCD saat derajat pembukaan pupuk ketika petani menekan tombol yang ada di pipa PVC.

“Proses pembuatan hanya membutuhkan waktu tiga hari, lengkap dengan pemrogramannya,” terangnya berkapasitas lima kilogram, setelah itu menyalakan baterai, dari LCD akan menampilkan sudut informasi derajat, untuk mengeluarkan jumlah pupuk sesuai dengan umur tanaman. Kemudian petani tinggal berjalan di area persawahan yang akan diberi pupuk sambil sesekali memencet tombol yang ada di tongkat pipa PVC, nantinya pupuk akan keluar dengan sendirinya.

“Alat ini hanya menghabiskan Rp 300 ribu saja,” cakapnya.

Dengan menggunakan alat seharga Rp. 300 ribu, para petani dapat melakukan proses pemupukan, untuk menyuplai unsur hara kedalam tanaman dan membuat tanaman terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

“Ini alat inovasi pertanian, semoga bisa membantu para petani Indonesia,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.