Petani Desa Blambangan Banyuwangi Kesulitan Pupuk Subsidi

Petrus - 28 November 2017
Petani saat sedang menebarkan pupuk ke tanaman padi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Petani dari Dusun Sukosari, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kabupaten Banyuwangi, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk pertanian. Jenis pupuk yang sulit diperoleh adalah jenis Urea dan Phonska, yang dikawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas dan hasil panen tanaman padi mereka.

Diungkapkan oleh Ketua Kelompok Gerakan Pemuda Petani (Gempita) Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Jemirin, hampir beberapa bulan terakhir para petani di tempatnya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di pasaran.

Jemiran mengaku belum mengetahui penyebab pasti sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi itu, yang menjadi keresahan para petani. Bila petani harus membeli pupuk non-subsidi, diapstikan akan memberatkan petani karena perbandingan harga yang terpaut jauh atau selisih sekitar Rp. 200 ribu.

“Saya sudah mencari ke toko-toko pertanian di luar desa bahkan di kecamatan lain, namun hasilnya juga sama. Banyak toko yang persediaan pupuknya menipis,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Jemiran, jika kondisi ini berlanjut, dikhawatirkan kualitas hasil panen dari petani akan menurun.

“Bahkan yang lebih parah akan banyak yang gagal panen,” imbuhnya.

Jemiran serta petani lainnya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangu segera turun dan memberikan solusi terkait kelangkaan pupuk yang terjadi.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.