Tiga Siswa Ini Berhasil Ciptakan Alat Anti Maling Motor

Petrus - 24 November 2017
Ketiga siswa SMP di Ponorogo saat menunjukkan alat Anti Maling Motor, yang memenangkan Juara Tiga, pada Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) tahun 2017 (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Tiga siswa SMPN 1 Jetis, Abdurobbi Izzata, Achmal Naharis dan Tutur Waskito berhasil membuat alat anti maling motor. Seringnya kasus pencurian motor menggunakan kunci letter T, membuat ketiganya mengirimkan hasil temuannya dalam ajang Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) tahun 2017, dan berhasil menyabet Juara Tiga.

Perlombaan tingkat nasional yang digelar oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berhasil mengumpulkan 1160 naskah penelitian para pelajar SMP.

Ketua kelompok, Achmal Naharis menerangkan, ide ini muncul berawal dari banyaknya pencurian sepeda motor di lingkungan rumahnya. Berbekal uang Rp. 200 ribu, ketiga siswa ini berhasil mendatangkan alat yang diperlukan dari Surabaya.

“Kami menggunakan modifikasi chip dan kode pemrograman,” tutur Naharis, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, dengan alat yang berhasil diciptakan ini, pencuri akan kesulitan membawa kabur motor curiannya, karena saat motor hendak dicuri menggunakan kunci T, mesin motor seketika mati dan alarm langsung berbunyi. Penelitian yang berjudul Pengaman Sepeda Motor Anti Letter T menggunakan Modifikasi Chip dan Kode Pemrograman ini, dipersiapkan selama empat bulan sebelum perlombaan.

“Komponen yang digunakan ada IC mikro controler admega 8, resistor dan kit relay,” terangnya.

Ketiganya menambahkan, saat percobaan mereka sempat menemui kendala, diantaranya relay yang sering terbakar, bahasa pemrograman yang sulit, serta harus membeli komponen dari Surabaya. Selain itu, pemrograman yang dipakai yakni CVAVR juga dinilai sulit, pasalnya ketiga siswa ini baru belajar pemrograman saat pembuatan alat ini.

Guru Pembimbing, Dwi Sujatmiko mengaku bangga dengan prestasi yang sudah ditorehkan anak didiknya, terutama dalam ajang nasional. Menurutnya, ketiga siswa ini memang memiliki bakat dalam bidang elektro.

“Kami tinggal mengarahkan, untuk ide dan pengerjaannya, murni dari anak-anak,” pungkasnya. (gs/red).

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.