Mengangkat Budaya Ngawi Sekaligus Meningkatkan Perekonomian

Yovie Wicaksono - 16 September 2017
Sekdaprov Jawa Timur Akhmad Sukardi didampingi Bupati Ngawi Melihat Hasil Karya Kerajinan Keris Khas Ngawi Budi Sulistyono pada pagelaran Kesenian Tari Budaya Di Balai Cak Durasim Surabaya (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Pertunjukan budaya atau kesenian merupakan kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan masyarakat sebagai penonton, serta penggerak ekonomi masyarakat khususnya di bidang UMKM.

Kegiatan seperti hari jadi daerah, perayaan adat, serta festival seni merupakan daya tarik yang dapat menjadi sarana mengenalkan suatu produk, atau pun potensi yang menjadi unggulan suatu daerah kepada pengunjung terutama dari luar daerah.

Hal ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Sukardi, pada pembukaan Gelar Seni Budaya “Biwaraning Jagad Awi” dari Kabupaten Ngawi, di Taman Budaya Jalan Gentengkali Surabaya, Jum’at (15/9/2017) malam.

Menurut Sukardi, Provisni Jawa Timur dengan 38 Kabupaten/ Kota, memiliki bganyak sekali potensi daerah tidak sama antara satu dengan yang lain. Kabupaten/ Kota didorong untuk menampilkan kesenian dan produk unggulan daerah masing-masing agar semakin dikenal secara luas.

Secara khusus, Kabupaten Ngawi memiliki potensi yang luar biasa dengan aneka ragam obyek wisata yang menarik, baik alam maupun budaya. Selain itu ada banyak kuliner jajanan dan minuman khas Ngawi yang menarik untuk dicicipi.

“Nikmati kuliner, kesenian dan tempat-tempat rekreasi yang indah di Ngawi. buktikan sendiri dengan berkunjung ke Ngawi,” ujar Sukardi.

Semantara itu, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, Ngawi merupakan wajah Jawa Timur, sehingga perlu terus melakukan terobosan “Ngawi bersolek”, sehingga segala kegiatan di Ngawi harus spektakuler dan harus memecahkan rekor.

Selain itu, Ngawi juga menggalakkan program “Ngawi berbudaya” yaitu budaya gotong royong, sopan santun, dan budaya saling menghormati. Secara khusus di setiap Jumat digunakan bahasa Jawa, baik di sekolah maupun di kantor. Bahkan di kantor pemerintahan juga dihadirkan suasana Jawa dengan diperdengarkan alunan musik klenengan.

“Semua ini diharapkan benar-benar membumikan budaya asli Jawa. Jadi nguri-nguri bahasa Jawa,” lanjutnya.

Bupati Ngawi yang akrab disapa kanang ini menegaskan, telah prioritas wilayah perbatasan sebagai focus utama pembangunan, untuk memperlihatkan secara nyata wajah Jawa Timur. Dalam hal budaya, terdapat candi-candi yang mengapit tugu kedatangan ‘selamat datang’ dilengkapi dengan taman yang cantik.

“Kita akan share dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk membangun bersama,” imbuhnya.

Ngawi sebuah kota di paling barat Provinsi Jawa Timur memiliki banyak objek wisata. Mulai dari Air Terjun Pengantin, Air Terjun Srambang, Wisata air waduk dengan jet sky, perkebunan Teh Jamus maupun objek wisata yang bernilai sejarah, yakni Museum Purbakala Trinil, Monumen Soeryo. Wisata yang dijadikan ikon Ngawi adalah Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan Benteng Pendem, serta paket wisata sejarah kehidupan dua juta tahun lalu phitecantropus erectus.

Selain berupaya mengangkat Ngawi melalui pariwisatanya, Kanang menekankan pentingnya mengangkat kuliner khas Nahwi sebagai daya Tarik tambahan yang dapat dinikmati oleh pengunjung atau wisatawan.

Pagelaran seni budaya Kabupate Ngawi berlangsung dua hari mulai 15 hingga 16 September 2017. Pagelaran diawali dengan tari “Sesaji Ngawiyat”, lagu-lagu daerah, tari “Wirotani” dan pagelaran drama tari “Sang Wirotani”

Pada hari Sabtu (16/9) pagi, rencananya akan dilaksanakan lomba menghias celengan family dan dilanjutkan pegelaran ‘Penthul Melikan”.

“Pada malam harinya masyarakat dapat menikmati pagelaran ketoprak dengan cerita Babad Gendingan Adipati Kertanegara,” kata Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.