296 Perusahaan Saudi Daftar Penyedia Konsumsi Jemaah Haji Indonesia

Yovie Wicaksono - 4 March 2019
Ilustrasi Ibadah Haji

SR, Jakarta – Kementerian Agama mulai membuka proses penyediaan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Sampai saat ini, banyak perusahaan katering Arab Saudi yang berminat menjadi penyedia konsumsi bagi jemaah Indonesia untuk musim haji 1440H/2019M.

“Sampai hari ini, tercatat oleh Tim, perusahaan yang sudah mendaftar sebanyak 298 perusahaan,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham di Makkah, Arab Saudi, Senin (4/3/2019).

Ilham mengatakan, sebanyak 155 perusahaan daftar penyedia konsumsi jemaah di wilayah Makkah, 114 perusahaan di Arafah Mina, 32 perusahaan di Madinah, dan 1 perusahaan di Jeddah.

Menurutnya, jumlah perusahaan yang mendaftar tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Ada 296 perusahaan yang tercatat mendaftar pada musim haji 1439H/2018M. Hampir 50 persen perusahaan yang ada di data Baladiyah ikut mendaftar untuk pelayanan katering di Makkah.

“Saat aanwijzing, sudah terlihat minat perusahaan katering meningkat. Kita sudah dapat merebut pasar di Saudi. Semakin banyak perusahaan katering Arab Saudi yang mendaftar,  kita lebih banyak kesempatan untuk memilih perusahaan katering yang bonafit,” katanya.

Sri Ilham berada di Makkah untuk memberikan supervisi kepada tim penyedia layanan katering haji di Arab Saudi. Tim katering beranggotakan 35 orang, terdiri dari 11 orang tim inti dan 24 orang tim pendukung. Mereka akan bertugas selama 64 hari di Arab Saudi, dari 18 Februari hingga 22 April 2019.

Saat ini, tim bersiap untuk melakukan kasyfiyah yaitu memverifikasi satu persatu ratusan perusahan yang mendaftar. Pengecekan dilakukan berdasarkan form dan check list penilaian yang sudah disiapkan. Petugas akan mengisi enam form verifikasi, yakni verifikasi administrasi, verifikasi administrasi teknis, penilian hasil kasyfiyah, penilaian pengalaman melayani, penilaian kinerja, dan penilaian dapur aktif/tidak aktif.

Kasyfiah menjadi tahapan yang sangat penting karena hasilnya menentukan apakah perusahaan ini dipilih atau tidak untuk melayani konsumsi Jemaah haji. “Tim harus memahami  tugasnya, berintegritas, bersih, dan obyektif dalam memberikan penilaian,” tegas Sri Ilham.

Sri Ilham mengatakan, tugas tim katering tahun ini lebih berat. Sebab,  selain membuat menu nusantara, tim juga harus menyusun menu zonasi atau kedaerahan. Tim juga harus memastikan perusahaan penyedia katering dapat mempekerjakan juru masak orang Indonesia yang profesional.

“Bumbu masak, makanan, dan minuman juga diutamakan menggunakan produk Indonesia,” katanya.

Sri Ilham memastikan proses penyediaan perusahaan layanan katering ini berjalan transparan. Ada 10 tahapan yang dilakukan, yaitu Pemberitahuan, Aanwijzing, Penawaran, Verifikasi Administrasi, Verifikasi Teknis dan Kasyfiyah, Penilaian, Penetapan Estimasi Kapasitas, Negosiasi, Usulan Penetapan, dan Penandatanganan Kontrak.

“Kontrak perusahaan katering diupayakan bisa dilakukan lebih cepat dibanding tahun lalu. Sehingga, para penyedia dapat secepatnya memesan makanan dan minuman dari Indonesia,” katanya. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.