22 Desa Terdampak Letusan Gunung Agung

Yovie Wicaksono - 28 November 2017
Peta Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Agung di Bali. Foto : (superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Sebanyak 22 desa terkena dampak dari letusan Gunung Agung pada Sabtu (25/11/2017) lalu. Namun, baru 40 ribu masyarakat yang tercatat sudah mengungsi dari perkiraan 90 sampai 100 ribu.

“22 desa masuk dalam zona merah. Perkirain jumlah penduduk 90 sampai 100 ribu yang harus dievakuasi. Namun sampai sekarang belum semua masyarakat mengungsi dengan alasan ternaknya dan masih merasa aman,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Desa tersebut yaitu Desa Ababi, Pidpid, Nawakerti, Datah, Bebandem, Jungutan, Buana Giri, Tulamben, Dukuh, Kubu, Baturinggit, Ban, Sukadana, Menanga, Besakih, Pempatan, Selat, Peringsari, Muncan, Duda Utara, Amertha Bhuana dan Sebudi.

“Petugas terus melakukan penyisiran dan mengimbau agar warga mengungsi,” kata Sutopo.

Sutopo juga meyakinkan bahwa letusan Gunung Agung saat ini tidak akan sebesar pada tahun 1963. Mengingat, saat ini teknologi sudah mengalami kemajuan yang signifikan.

“Kemungkinan akan terjadi letusan lebih besar lagi, tapi tidak akan seperti tahun 1963 karena dapur magma saat ini tidak sebesar tahun ’63,” kata Sutopo.

Letusan Gunung Agung tahun 1963 terjadi selama satu tahun dari 18 Februari 1963 sampai 27 Januari 1964. Kolom letusan setinggi 20 km dengan material vulkanik berupa aerosol sulfat melapisi atmosfer bumi, sehingga suhu bumi mengalami pendinginan 0,4 derajat celcius.

Dampak langsung dari letusan tersebut yaitu 1.549 tewas, 1.700 rumah hancur, 225 ribu jiwa kehilangan matapencaharian, 100 ribu jiwa mengungsi. Dampak susulan dari letusan yaitu banjir lahar yang menghancurkan pemukiman di lereng selatan, 200 orang tewas, 316.518 ton produksi pangan hancur.

“Untuk letusan sekarang, sampai saat ini kami belum menemukan adanya korban jiwa,” kata Sutopo. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.