10 Ibu Hamil di Kediri Terdeteksi Positif HIV

Wawan Gandakusuma - 23 January 2019
Hendik Suprianto ketika diwawancarai tentang ibu hamil yang terpapar HIV di Kota Kediri, Rabu (23/01/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dalam rentang waktu dua tahun terakhir ini, Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, temukan 10 orang ibu hamil terdeteksi positif HIV. Dari 10 orang ibu hamil yang diketahui positif itu, bayi yang ada di dalam kandungan dinyatakan tidak ikut tertular. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P), Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Suprianto, di Kota Kediri, Rabu (23/2/2019. Menurutnya, Dinkes setempat telah melakukan upaya pendampingan secara maksimal kepada ke 10 ibu hamil tersebut, agar mau diberikan pengobatan.

“Yang positif kita ajak untuk diberikan pengobatan HIV untuk akses ARV. Alhamdulilah semua bayinya negatif, artinya bebas dari HIV,” ujar Hendik Supriyanto.

Dijelaskan Hendik Suprianto, hasil tes negatif ini diketahui, setelah pihaknya mengirimkan sampel darah ke 10 bayi dari ibu yang terjangkit HIV. Penuluran virus HIV pada bayi saat dalam kandungan, dapat dibendung apabila sang ibu secara intensif mengkonsumi obat ARV (Antiretroviral). ARV memiliki fungsi menekan perkembangan virus yang ada di dalam tubuh penderita.

“ARV itu membatasi perkembangan virus, sehingga virus di dalam tubuh sangat sedikit. Kalau kita periksa viraludnya ya biasanya kalau ARV rutin, virusnya jadi tidak terdeteksi,” kata Hendik.

Ia berharap program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) dapat terus berjalan, sehingga di kemudian hari nanti tidak ada lagi bayi yang tertular.

“Harapannya kalau program itu berjalan terus dan semakin bagus, partisipasi masyarakat juga bagus bahwa dia hamil mau diperiksa HIV nya, maka harapanya tidak ada lagi anak yang positif HIV,” ujarnya.

Program Pencegahan Penularan HIV dari ibu ke anak, tambah Hendik, sudah diterapkan di sejumlah Puskesmas yang ada di Kota Kediri. Dimana setiap ibu hamil, wajib di tes HIV. Tujuannya apabila di dalam tes tersebut diketahui positif, maka yang bersangkutan secepatnya harus mendapatkan pendampingan

Hendik Supriyanto menilai virus HIV sangat sulit dideteksi secara masat mata. Jika dilihat secara fisik para penderitanya terlihat masih sehat dan sanggup untuk melakukan rutinitas pekerjaanya sehari hari. Dinas Kesehatan Kota Kediri mencatat jumlah penderita HIV/AIDS sejak tahun 2003 hingga 2018, terakumulasi sebanyak 1300. Sementara untuk tahun 2018 saja hingga bulan desember tercatat 210 lebih.

“Yang jelas di tahun 2018 lebih besar ke timbang tahun 2017.” tuturnya.

Dari sekian banyak yang terdata menderita HIV/AIDS, Hendik Supriyanto tidak memungkiri beberapa diantaranya ada yang meninggal dunia.

“Ada kemarin tapi jumlah pastinya saya harus melihat dulu. Secara prosentase penderita HIV lebih banyak kaum laki-laki, terutama usia produktif,” imbuh Hendik Supriyanto. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.