1.000 Gethuk Gratis untuk Warga Ponorogo

Petrus - 25 March 2018
Arak-arakan 1.000 Tumpeng Gethuk Desa Golan, Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo –  Salah satu makanan tradisional yang masih eksis hingga kini adalah gethuk. Gethuk merupakan makanan yang terbuat dari olahan ketela atau singkong. Rasa gethuk yang manis selalu membuat masyarakat rindu untuk menikmati kuliner satu ini. Salah satu pusat pembuatan gethuk yang ada di Ponorogo, adalah Desa Golan, Kecamatan Sukerojo.

Di Desa ini, untuk pertama kalinya diadakan festival gethuk yang diarak keliling desa. Ada sekitar seribu gethuk dalam bentuk tumpeng yang disiapkan warga desa, untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang mengikuti festival. Selain arak-arakan gethuk, juga ada pertunjukan kesenian Reog dan kirab hasil bumi masyarakat.

“Ini adalah event yang pertama, dimana event ini adalah cara pemuda Desa Golan mengoptimalkan potensi desa dalam hal ini gethuk,” kata Wishnu HP, pegiat seni di Ponorogo, Minggu (25/3/2018).

Wishnu menuturkan, bahwa para pemuda sangat ingin mengenalkan desa melalui festival ini dengan perantaraan media sosial. Bahkan ada beberapa wisatawan asing yang penasaran ingin melihat dan mencicipi rasa dari makanan yang bernama gethuk.

“Festival ini adalah sarana promosi untuk mengenalkan Desa Golan sebagai industri gethuk, dan semoga akan ada banyak ekonomi kreatif yang terbentuk,” tuturnya.

Kepala Desa Golan, Sujari menerangkan, festival ini diadakan untuk mengangkat UKM yang ada di Desanya. Meski Golan terkenal akan Gethuknya, namun masih ada banyak makanan tradisional lain yang masih dipertahankan, diantaranya grontol, jongkong, sate ayam, rujak petis dan cenil.

“Ide dari acara festival ini dari tim Bumdes yang ada di Desa Golan,” terangnya.

Untuk pembuatan 1.000 gethuk ini, diperlukan 10 orang pembuat gethuk yang menghabiskan sekitar 25 Kilogram ketela pohon. Untuk menjaga cita rasa gethuk, pembuatan gethuk untuk festival dibuat pada hari itu juga, karena gethuk memang hanya bisa bertahan satu hari.

“Arak-arakan ini dimulai dari balai desa, kemudian akan dibagikan gratis di Jalan Srikaton, disana nanti juga ada pentas Reog sebagai hiburan,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.